Marshmallow.. Itu sebutan yang saya gunakan untuk memanggil orang yang sering diceritakan disini, yang sering bikin saya galau itu loh hahaha.
Panggilan itu berawal ketika 5 tahun yang lalu dia berulang tahun. Karena tidak bisa memberikan ucapan selamat secara langsung, saya mengirim ecard ke dia. Isinya hanya gambar animasi sederhana: katak lompat keluar dari tabung kaca, sambil membuka confetti yang lalu diikuti oleh tulisan ‘happy birthday’ di background-nya… Oke, katak memang bukan hal yang lucu apalagi romantis untuk mengucapkan selamat ke orang yang spesial. Itu bodoh-bodohnya saya aja.
Anyway, ecard itu kemudian saya kirim ke email dia. Nah, ketika mengirim ecard ini saya menggunakan email yang di namanya ada kata ‘marshmallow’. Alamat email lengkapnya ga bisa saya tulis disini, takutnya dia masih penasaran dan ngegugel email itu dan nemu blog ini, mampus gue kalo sampe ketauan. <—- ngarep parah kikikikik.
Sebenarnya saat membuat email itu saya random aja memilih namanya. Ngasal, lebih tepatnya. Yang penting kelihatan unyu deh. Tetapi setelah belajar dari wikipedia, saya baru tahu kalau jaman dulu marshmallow digunakan untuk mengobati luka memar, kehilangan darah, sakit gigi, iritasi, diare, gigitan serangga dan lain-lain dan lain-lain. Wah, ternyata obat serbaguna toh. Pas sekali dengan karakteristik dia hahaha.
Jadi begitulah asal muasal panggilan tersebut.
End.
Eh, tapi tapi ya, mungkin aja ada orang yang pengen tau nih dengan kelanjutan cerita tadi dan bertanya-tanya: apakah email itu berhasil selamat sampai tujuan si penerima? Bagaimana respon penerima? Apakah penerima senang? Apakah akhirnya saya dan penerima jadian? (haha ini paling ga mungkin). Karena saya lagi baik dan lagi ga ada kerjaan, dan kebetulan juga lagi pengen nostalgia, dilanjutin deh ceritanya
Jadi kan saya ngirim emailnya tanpa nama tuh. Nama sendernya saya tulis apa gitu, lupa, pokoknya sesuatu yang sejenis kata ‘anonim’ lah atau apalah. Satu hari setelah terkirim, saya dapat email balasan. Katanya kira-kira begini,
“Thanks but who are you? Gimana kalau kita main hang man aja. Kamu sebutin clue-nya, aku tebak.”
*melted*
Saya ga berani balas.. Bingung juga mau balas apa. Haha bodoh ya. Tolol banget. Usaha kok setengah-setengah.
Yasudah, jadi begitulah akhir ceritanya. Sedih ya. Ga seperti cerita di komik-komik serial cantik haha.
*brb nangis*