Semenjak menonton Dancer in The Dark, tiada jenuhnya saya mendengarkan suara Bjork yang unik. Salah satu lagu yang saya suka sekarang adalah Gloomy Sunday. Ini bukan lagu asli Bjork, melainkan lagu asal Hungaria yang disebut-sebut sebagai lagu kematian. Konyol memang melihat orang-orang terus berkonspirasi mencocokan lirik lagu ini dengan tragedi-tragedi yang bermunculan saat lagu ini dirilis di Eropa. Tapi peduli setan dengan cerita horor yang dibuat oleh mereka dibalik lagu ini.
Saya suka Gloomy Sunday karena liriknya memiliki ikatan emosional dengan pengalaman hidup saya. Ya, kurang lebih..
Little white flowers will never awaken you
Not where the black coach of sorrow has taken you
Angels have no thought of ever returning you
Would they be angry if I thought of joining you
Gloomy Sunday
Sebagai himne untuk bunuh diri, lirik ini tidak menggambarkan sama sekali hal yang menyeramkan tentang kematian. Pesan yang saya tangkap justru seperti, ada kebahagiaan menanti setelah mati.
Soon there’ll be flowers and prayers that are sad,
I know, let them not weep,
Let them know that I’m glad to go
Death is no dream,
For in death I’m caressing you
With the last breath of my soul I’ll be blessing you
Sayangnya penggubah lirik lagu ini memutuskan untuk memperbaiki ending-nya dengan menyatakan bahwa semua hanya mimpi. Perubahan yang klise ini dikarenakan banyaknya korban bunuh diri setelah mendengar lagu aslinya yang berbahasa Hungaria.
Dreaming
I was only dreaming
I wake and I find you asleep in the deep of my heart
DearDarling I hope that my dream never haunted you
My heart is telling you how much I wanted you
Gloomy Sunday
Terlepas dari liriknya yang kelam namun indah, saya suka sekali dengan cara Bjork membawakan lagu ini